Jenis-jenis Genre yang Belum Pernah Orang Lain Katakan Padamu

Sebenarnya, jenis genre itu banyak pake banget! Sampai ada sub-genre nya. Nggak cuma ada teen fiction, romance, chikclit, horror, dsb yang udah pasaran. Genre itu masih mencangkup lebih banyak dari itu. So, kali ini gue akan membahasnya. Dan apa yang gue bahas kali ini gue sadur ulang dari sebuah group chat gue dkk bersama salah satu penulis muda yang kece abis.

Maka dari itu gue akan membahas sub-genre tersebut.

Kita mulai dari genre yang paling dasar yang ada di Wattpad sampai yang paling mendetail.

------------------------------------------------------------------------------

Konten Kategori di Wattpad (short A to Z)



Action
Cerita yang menampilkan ancaman, bahaya dan kekerasan yang dialami tokoh dalam menjalani hidupnya.

Adventure
Cerita yang menampilkan tantangan, quest atau perjalanan yang harus dilalui tokohnya untuk mencapai kesuksesan.
Ex: The Adventures of Huckleberry Finn by Mark Twain.

Chicklit
Cerita yang membahas tentang pergelutan wanita modern. Biasanya menceritakan tentang hubungan tokoh utama dengan teman atau keluarganya, dan sedikit berbumbu romansa.
Ex: Short Writings by Marian Keyes.

Classic
Cerita yang ditulis ratusan tahun lalu dan melewati berbagai waktu sebagai karya dengan sastra tinggi dan berkualitas seni. Secara tradisional diterima sebagai faktor pembentuk budaya.
Ex: Emma by Jane Austen.

Fanfiction
Cerita yang menyusun kembali tokoh, tempat atau alur dari cerita yang sudah ada menjadi cerita baru yang asli. Cerita yang diambil bisa dari buku, acara tv, film, game, komik, atau drama, bahkan ada juga yang menggunakan tokoh nyata sebagai karakternya.
Ex: Definitive Therapy by F. Paul Wilson

Fantasy
Cerita yang merupakan bentuk fiksi dari dunia alternatif, sebuah dunia imajinasi dimana sihir dan kejadian unlogis bisa terjadi.
Ex: Lord of the Rings by J.R.R Tolkien.

General Fiction
Cerita yang berfokus pada pengalaman sehari-hari dan konflik sang protagonis, biasanya membahas tentang masalah-masalah orang dewasa. Bisa disebut juga sebagai fiksi kontemporer.

Historical Fiction
Cerita yang menggambarkan kembali kejadian di masa lalu yang dapat diingat dan dapat diketahui periode waktunya oleh tokoh fiksi, tapi bisa juga menjelaskan tentang sosok bersejarah yang menghadapi berbagai situasi.
Ex: The Other Boleyn Girl by Philippa Gregory.

Horror
Cerita yang membuat pembacanya ketakutan dan menunjukkan rasa teror. Biasanya mengisahkan tentang tokoh yang berinteraksi dengan makhluk di luar nalar manusia
Ex: The Shining by Stephen King.

Humor
Cerita yang menghibur pembacanya dengan kesenangan dan kelucuan. Bisa juga berupa cerita lucu yang menyindir realita dalam kehidupan.
Ex: Gulliver's Travels by Jonathan Swift.

Mystery/Thriller
Cerita yang memuat teka-teki atau rahasia yang dipecahkan oleh tokohnya. Plot yang cerdik, klu yang menarik, kemampuan analisis, merupakan bagian dari cerita ini.
Ex: The Adventure of Sherlock Holmes by Sir Arthur Conan Doyle.
Thriller menceritakan tentang ancaman atau bahaya yang harus dilewati atau diselesaikan dan biasanya mengandung unsur misterius.
Ex: Casino Royale by Sir Ian Fleming.

Non-fiction
Cerita yang berfokus pada kejadian, orang dan pengalaman yang nyata. Termasuk riwayat hidup, catatan perjalanan, biografi, dan saran bisnis.
Ex: In Cold Blood by Truman Capote.

Paranormal
Cerita yang berlatar di dunia modern tetapi terdapat makhluk atau kejadian yang tidak bisa dijelaskan secara ilmiah atau tidak terjadi pada manusia normal. Biasanya seputar pertemuan tokoh utama dengan hantu, kekuatan indigo dan lainnya.
Ex: Twilight by Stephenie Meyer.

Poetry
Sastra yang mengandung ritme, bahasa, retorikal dan bentuk dari ucapan untuk menggambarkan imajinasi dan perasaan.
Ex: Fire and Ice by Robert Frost.

Random
Tidak semua cerita ngefit dengan suatu kategori, karena itulah disediakan kategori ini untuk menampung cerita yang mungkin kategorinya berubah berkali-kali.

Romance
Cerita yang menjelaskan perkembangan hubungan antara dua insan. Biasanya cerita akan berakhir dengan keduanya saling mencintai atau ending bahagia lainnya.
Ex: Pride and Prejudice by Jane Austen.

Science Fiction
Cerita yang berkutat dengan dampak atau pengaruh ilmu pengetahuan baik nyata atau khayalan terhadap individu dan bahkan masyarakat. Biasanya memuat peralatan canggih atau kehidupan asing dari luar angkasa dan/atau masa depan.
Ex: I, Robot by Isaac Asimov.

Short Story
Cerita yang fokus pada jumlah karakter yang terbatas dan mengambil satu plot kejadian saja.
Ex: The Cask of Amontillado by Edgar Allan Poe.

Spiritual
Cerita yang melibatkan tokoh dalam mencari pencerminan diri dan pembaharuan diri yang termasuk spiritual, kepercayaan dan pengalaman. Cerita ini memberikan penyegaran bagi jiwa dan menjelaskan pertanyaan seperti kenapa kita di sini, apa arti hidup ini, dan apa yang terjadi ketika kita mati.
Ex: The Alchemist by Paulo Coelho.

Teen Fiction
Cerita yang meliput pertumbuhan emosional, tubuh dan pengalaman sosial dari seorang tokoh remaja. Biasanya berlatar di SMA dan menyajikan cerita tentang perkembangan usianya.
Ex: The Perks of Being a Wallflower by Stephen Chbosky (ini udah ada film-nya, btw. Asli, seru abis, Logan Lerman-nya kece banget~)

Vampire
Cerita yang terkait dengan vampire di mana makhluk itu menghisap darah makhluk hidup untuk bertahan hidup.
Ex: Dracula by Bram Stoker.

Werewolf
Cerita yang terkait dengan werewolf atau bentuk manusia buas lainnya dari dongeng atau san mitos. Biasanya berfokus pada perubahan supernatural dari manusia menjadi serigala.

Yang di atas tadi baru garis besarnya. Sekarang, gue akan menjelaskan sub-genre dari masing-masing genre di atas.

Btw, sub-genre itu apa, sih? Sama saja pengertiannya seperti genre. Hanya saja, genre-nya mencangkup banyak. Lebih jelasnya, simak di bawah ini.


ROMANCE
Genre ini biasanya bercerita tentang kisah cinta (seringnya yang mendayu-dayu dan super melankolis). Tentang penyesalan, penerimaan, dan hal-hal lain semacam itu.

Setting tempat biasanya diambil di tempat-tempat keseharian atau tempat romantis. Bisa juga kota-kota romantis seperti Paris, Korea, Itali.

Romance sangat bergantung pada chemistry pasangan di ceritanya. Biasanya ada semacam shipper. Semakin pandai penulis membuat pasangan di ceritanya serasi dan klik, semakin banyak yang akan suka cerita itu.

Bisa tentang satu pasangan, cinta segitiga, atau bahkan segi banyak.

Ada beberapa sub-genre dari romance, antara lain:

1. Roman Kontemporer
Bisanya setting terjadi pada masa kini, sering mengandung cerita yang keseharian atau humor, atau bahkan gabungan antara keduanya.

2. Roman Fantasi
Sesuai namanya, jenis ini bercerita tentang kisah cinta yang diceritakan dengan penuh fantasi. Misalnya kisah cinta beda alam, beda planet, kisah cinta antara mahluk yang berbeda, dan hal-hal lain semacam itu.

3. Roman Futuristik
Ceritanya akan memiliki setting jauh di masa depan. Di mana peradaban sudah sangat maju.

4. Roman Histori
Ceritan biasanya berkisah tentang sejarah, mungkin setting waktunya sekitar sebelum perang dunia ke-dua.

5. Roman Paranormal
Jenis ini adalah jenis yang mencampurkan kisah cinta dengan bumbu-bumbu perdukunan dan sesuatu (atau banyak hal) berbau paranormal.

6. Roman Suspen (Tegang)
Sub-genre ini menawarkan sedikit rasa tegang seperti cerita pembunuhan namun tetap intinya adalah kisah cinta. Atau mungkin tokohnya membunuh karena cinta.

7. Roman Time-Travel
Sesuai dengan namanya. Sub-genre ini akan berisikan tentang perjalanan menembus waktu untuk mendapatkan cinta sejati. Mungkin ceritanya seperti seorang lelaki di masa depan, kembali mencari cintanya di masa lalu dengan melakukan perjalanan waktu.

Note: Menulis cerita roman diperbolehkan memainkan diksi, mendayu-dayu, puitis, dan sebagainya. Tidak perlu world building yang terlau detail, kecuali setting ceritanya memang "beda".

SCIENCE FICTION (Fiksi Ilmiah)
Genre ini berbeda dengan genre fiksi yang biasanya. Selain diperlukan kemampuan mengarang, penulis fiksi ilmiah juga dituntut pengetahuan lebih untuk mengarang tentang ilmu pengetahuan, baik umum maupun khusus.

Ini karena cerita yang diangkat akan mengandung pemahaman ilmu pengetahuan seperti fisikan dan hukum-hukum alam semesta lainnya untuk memperkuat daya pikat tulisannya. Contohnya adalah novel Supernova episode Kesatria, Putri, dan Bintang Jatuh karangan Dewi “Dee” Lestari.

Ada beberapa sub-genre dari novel fiksi ilmiah.

1. Invasi makhluk luar angkasa
Ceritanya akan seputar mahluk asing yang memiliki kecerdasan lebih tinggi dari umat manusia, datang ke bumi untuk menginfasi kehidupan dan merebut bumi. Atau dalam beberapa tema, manusia malah dijadikan bahan makanan

2. Dunia alternatif (dunia paralel)
Novel akan berkisah tentang kehidupan di dunia selain dunia nyata (bumi), bisa dalam bentuk sebuah pulau yang belum pernah diketahui, dan kadang muncul kadang hilang (karena berada di dimensi lain) atau keseluruhan dunia yang benar-benar berbeda.

3. Apokaliptik
Ini akan bercerita tentang keadaan setelah kerusakan besar (kiamat). Cerita biasanya terfokus pada bagaimana manusia hidup setelah kiamat atau psikologi mereka menghadapi itu.

4. Kecerdasan Buatan
Ini biasanya bercerita tentang manusia yang fungsinya tidak dibutuhkan lagi karena sudah terdegradasi oleh komputer buatannya sendiri, yang dalam segala hal, dapat melakukan apa saja.

5. Kolonisasi
Novel yang bersub-genre ini menceritakan tentang perpindahan koloni dari satu tempat ke tempat yang lain, biasanya karena tragedi besar seperti wabah atau radiasi. Biasanya cerita terfokus pada perjuangan mereka hidup dalam koloni tersebut.

6. Punk Sibernetika (Cyberpunk)
Sub-genre ini sering dianggap menarik karena berbicara tentang masyarakat kelas rendah dengan segala kerusakan sistem sosialnya yang dihadapkan pada teknologi kelas tinggi.

7. Bumi Sekarat (Dying Earth)
Sesuai namanya, setting waktu adalah ketika bumi mendekati kiamat di mana teknologi dan mitologi bercampur aduk untuk mendapatkan sebuah harapan baru untuk hidup.

8. Distopia (Kebalikan Utopia)
Ceritanya tentang masyarakat yang penuh pesimistis dan ketidakpercayaan terhadap segala bentuk kemajuan yang hidup di dalam kekacauan.

9. Kontak Pertama (first contact),
Ceritanya tentang manusia atau orang pertama yang menyentuh kehidupan lain selain di bumi.

10. Kerajaan Galaksi (Galaxy Empire)
Sesuai namanya, sub-genre ini tidak menceritakan interaksi antar kerajaan di bumi. Galaxy Empire menceritakan tentang interaksi antara kerajaan yang menduduki suatu galaksi. Star Wars banget dah.

11. Generation Ship (Pesawat Peradaban), ceritanya adalah tentang bagaimana kita hidup di dalam pesawat luar angkasa yang akan melakukan perjalanan jauh. Konfliknya antara lain pembajakan pesawat, pesawat rusak, persediaan habis, dan hal-hal lain semacam itu.

12. HRF (Hard Science Fiction)
Ini bercerita tentang teknologi jahat ciptaan umat manusia yang akan merebut bumi. Teknologinya diceritakan secara detail dan memiliki kemampuan ekstrim.

13. Human Development (Pengembangan Manusia)
Ceritanya seputar pengembangan kemampuan manusia untuk melebihi rata-rata, atau sederhananya, pembuatan manusia super.

14. Fiksi Sains Humor
Sesuasi namanya, cerita ini menggunakan fakta-fakta ilmiah untuk melucu agar pembaca tertawa.

15. Mind Uploading
Ceritanya terfokus pada bagaimana mengubah pikiran ke dalam bentuk yang lain.

16. Mutant
Sesuai namanya, sub-genre ini menceritakan tentang manusia yang termutasi sehingga memiliki kemampuan khusus.

17. Fiksi Sains Mitos
Novel Percy Jackson (novel favorit bangetttt), misal. Sub-genre ini menceritakan kisah mitologi yang digabungkan dengan fiksi ilmiah.

18. Fantasi Sains
Ini adalah gabungan genre fantasi dan genre fiksi ilmiah

19. Soft Science Fiction (Fiksi Sains Ringan)
Sains tidak terlalu ditonjolkan dalam sub-genre ini. Hanya sekedar menjadi bagian atau latar dari cerita.

20. Explorasi Luar Angkasa
Cerita tentang perjalanan menjelajah luar angkasa.

21. Terraforming (Pembentukan ulang Bumi)
Sub-genre ini menceritakan penataan ulang suatu tempat, semisal bumi, untuk menjadi lebih baik. Contohnya adalah novel The Giver.

22. Theological (Fiksi Sains Religius)
Ini adalah sub-genre yang menggabungkan fiksi ilmiah dengan pemahaman teologi (Agama).

23. Uplift (Pengembangan Taraf Hidup)
Bercerita tentang peningkatan kemampuan mahluk hidup selain manusia untuk dapat menjadi seperti manusia. Dan tiba-tiba sekumpulan monyet menduduki bumi. Contohnya The Planet of The Apes.

24. Utopia
Sesuai dengan namanya, sub-genre ini menceritakan kehidupan yang sangat ideal.

25. Virtual Reality, Ini akan berhubungan dengan teknologi simulai, di mana para tokohnya akan berinteraksi dengan teknologi seolah teknologi itu hidup.

Note: Untuk menulis cerita fiksi ilmiah, penulis diperlukan world building. Apalagi ketika setting ceritanya benar-benar beda dengan kehidupan nyata. Misalkan, kita mau menyuguhkan dystopian. Untuk membuat pembaca mendapatkan kesan dystopia yang kita tulis, kita perlu pengenalan yang lebih banyak.

Membuat pengenalan tidak terasa membosankan itulah tantangannya.

FANTASI
Novel fantasi menceritakan kisah-kisah rekaan yang sangat imajinatif, bahkan setting tempat dalam cerita bisa hanya khayalan, tidak ada di kehidupan nyata.
Contoh novel fiksi: Harry Potter, Twilight

Ada beberapa sub-genre novel fantasi

1. Sejarah Alternatif
Kisah yang diceritakan biasanya bagian dari sejarah nyata, tapi disisipkan dengan imajinasi pengarang.

2. Fantasi Komik (Comic Fantasi)
Tiruan dari kisah fiksi yang dikemas dengan cerita fantasi.

3. Fantasi Kontemporer
Novel yang bercerita tentang masa kini namun dibumbui dengan fantasi pengarang.

4. Fantasi Kegelapan (Dark Fantasy)
Biasanya sedikit ada bumbu horror, menceritakan zaman di mana para kesatria masih eksis. Contohnya novel The Hobbit dan The Lord of The Ring

5. Fantasi Erotis
Sama saja dengan novel fiksi yang lain, bedanya ditambah lebih banyak bumbu erotis.

6. Fantasi Dongeng
Cerita ini dikemas sebagai dongeng di masyarakat dengan setting tempat yang sangat lain dari dunia nyata. Contohnya Narnia.

7. Fantasy Of Manner
Jenis ini biasanya memparodikan tokoh dari cerita yang lain kemudian ditambahkan hingga tidak seperti tokoh di cerita awalnya (semacam fanfiction).

8. Fantasi Kepahlawanan (Epik)
Jenis ini akan bercerita tentang perang besar antara kebaikan dan keburukan. Contohnya adalah cerita di novel klasik Mahabarata.

9. High Fantasy
Khayalan yang tinggi. Kisah yang diangkat biasanya berupa pertentangan antara baik dan buruk. Bedanya dengan fantasi kepahlawanan, penekanan di High Fantasy adalah masalah moral.

10. Juvenile Fantasy (Fantasi Anak-anak)
Jenis Ini bercerita tentang fiksi fantasi untuk anak-anak.

11. Low Fantasy
Seperti namanya, Low Fantasy itu sub-genre fiksi yang memiliki sangat sedikit karangan fiksi di dalamnya.

12. Magical Realism
Menceritakan seolah-olah di dunia ini ada kekuatan magis yang belum diketahui.

13. Fantasi Mistis
Jenis cerita ini, sesuai namanya, akan berisi hal-hal mistis. Biasanya cerita berlatar mitologi atau kepercayaan di masyarakat.

14. Fantasi Roman
Jenis ini bercerita tentang kisah cinta di dunia yang berbeda. Alam yang berbeda. Sejenis Upside Down begitu.

15. Sword and Sorcery (Pedang dan Penyihir)
Sesuai namanya, sub-genre ini menceritakan tentang zaman pertengahan di mana para penyihir dan kesatria masih eksis.

16. Urban Fantasy (Fantasi Perkotaan)
Inti dari sub-genre ini adalah ceritanya terjadi di lingkungan perkotaan, terserah ceritanya bagaimana yang penting settingnya di perkotaan.

Note: Seperti halnya fiksi ilmiah, fantasi juga perlu sekali world building. Terlebih untuk high fantasy.

Fantasi lebih banyaknya digabung dengan genre lain.

The Lunar Chronicles karya Marissa Meyer. Ada 4 buku: Cinder, Scarlet, Cress, Winter (yg sampai sekarang nggak kebeli-beli :’v)

Ini termasuk retelling fairy tale

Gabung romance, fiksi ilmiah, dan action

Kenapa gabung fiksi ilmiah? Karena isinya ada android dan manusia setengah robot. Cinder sebagai tokoh utama itu cyborg. Beberapa bagian tubuh dia robot.

HORROR
Tujuannya tentu saja untuk membuat takut. Genre novel ini mengisi plot ceritanya dengan ketegangan, ketakutan, kecemasan, dan kehawatiran. Biasanya melibatkan tidak kejahatan serius, hantu, kutukan, atau kejadian-kejadian spiritual.

MISTERI
Novel dengan genre ini cukup popular. Karena dalam ceritanya sendiri bagian akhir cerita akan sama pentingnya dengan bagian awal. Karena itu, penulis genre misteri haruslah ahli dalam meracik plot cerita yang menarik. Untuk memahami kisah yang disampaikan penulis pada novel dengan genre ini, pembaca hanya akan menerima potongan-potongan kenyataan pada setiap bagiannya. Contoh dari genre ini adalah semua novel detektif, misalnya Sherlock Holmes karangan Sir Arthur Conan Doyle (gue lebih suka Sherlock versi masih kecilnya, karena, well … jiwa penasaran anak-anaknya itu dapet banget. Tapi kalau yang versi anak-anak ini ditulis oleh Irene Adler) atau si Poirot karangan Agatha Christie.

KOMEDI
Jenis ini sesuai namanya akan mengandung banyak unsur komedi. Karena tujuannya memang untuk membuat pembaca tertawa. Contohnya adalah novel Kambing Jantan karangan Raditya Dika.

Tambahan:

INSPIRASI
sub-genre ini biasanya adalah novel-novel yang sarat akan pesan moral. Tujuannya adalah untuk menginspirasi pembaca dengan ajaran-ajaran yang disampaikannya. Contohnya adalah novel Laskar Pelangi karangan Andrea Hirata dan Negri 5 Menara karangan A. Fuadi (novel dan filmnya nggak akan pernah mengecewakan. Yang penasaran sama kisah anak santri di Gontor, wajib baca dan tonton!)

THRILLER
Novel thriller selalu menceritakan tentang masalah hidup atau mati. Seringkali cerita dalam novel berkaitan dengan kejahatan atau tindakan supranatural, namun akar cerita tetap pada bagaimana tokoh utama dapat bertahan hidup.

Ada beberapa sub-genre novel Thriller, yaitu:

1. Conspiracy-Thriller
Konfliknya terjadi ketika tokoh protagonis memiliki masalah dengan kelompok yang berkuasa. Ceritanya akan seputar usaha-usaha pelenyapan tokoh protagonis tersebut oleh kelompok yang berkuasa dan bagaimana dia bisa bertahan hidup.

2. Crime
Berkisah tentang sebuah kejahatan, atau bagaimana memecahkan kejahatan tersebut.

3. Disaster
Biasanya bercerita tentang tokoh utama yang berusaha bertahan hidup di tengah-tengah bencana. Baik bencana alam, moral, maupun yang lainnya.

4. Spionase/Spy-Thrillers
Ini biasanya bercerita tentang konflik antara dua intelejen yang berbeda. Walaupun kadang-kadang yang menjadi antagonis adalah kelompok teroris.

5. Legal-Thrillers
Konflik utamanya adalah masalah hukum. Dan pengacara akan menjadi tokoh utamanya.

6. Medical-Thrillers
Tema cerita akan melibatkan kesehatan. Seperti penyebaran virus atau semacamya. Maka tokoh utamanya pun adalah orang yang bisa mencegah hal ini terjadi.

7. Military
Ceritanya seputar pasukan militer khusus yang akan melumpuhkan musuh.

8. Police Procedural
Sama seperti cerita detektif, hanya saja disusun sedemikian rupa sehingga prosedur yang dilakuan tokoh utama mirip dengan prosedur yang dilakukan oleh polisi di dunia nyata untuk memecahkan kasus tersebut.

9. Political Intrigue
Ceritanya biasanya seputar bahaya yang menyerang sebuah komunitas politik, dan tokoh utamalah yang bertugas mencegah itu.

10 Psychological
Fokus utama sub-genre ini adalah gejolak pejiwaan tokoh utamanya.

11. Supernatural/Paranormal
Ceritanya berkisah tentang praktek-praktek supernatural di mana semua tokohnya, baik itu protagonis maupun antagonis, pasti punya kekuatan supernatural.

12. Technological/Techno-Thrillers
Sub-genre ini sering tumpang tindih pengertiannya dengan genre fiksi ilmiah, cerita di mana sebuah teknologi super canggih ingin menguasai dunia, atau teknologi yang dapat menciptakan manusia super yang ternyata malah berprilaku merusak (jahat).

Note: Jadi, gak semua misteri itu thiller. Tapi, kalau thiller biasanya masuk misteri. Tergantung ceritanya.

Misal, cerita rRckoners Trilogy (buku ini lagi), itu aslinya gabungan antara fiksi ilmiah, fantasi, action, dystopia, apocalypse

Tapi, karena lebih kental fiksi ilimahnya karena para Epic (manusia berkekuatan super), makanya masuk fiksi ilmiah

------------------------------------------------------------------------------

Sampai sini udah ngerti? Kalau nggak ngerti, pegangan ama tembok sana :v

Ternyata genre banyak jenisnya, bukan? Maka dari itu, gue pun waktu mendapatkan penjelasan materi itu dari Kak Sashi (karena dia yang waktu itu ngisi materi membahas genre—kalau nggak salah :v) pusing banget. Nggak nyangka kan kalau genre Science Fiction yang udah ngepusingin ternyata sub-genrenya lebih banyak dan lebih musingin lagi.

Sekian, kalau yang suka sila komen di kolom komentar.


Salam, Bile :D 

Comments

  1. penjelasannya bermanfaat bgt :) tenkyu kak

    ReplyDelete
  2. Ulasannya sangat bermanfaat terutama untuk para pengarang pemula untuk memperluas wawasan tentang berbagai genre dalam karya sastra

    ReplyDelete
  3. Terima kasih penjelasannya kakak..
    Pengetahuan luas ku makin banyak .....TOP DEH KAK...

    ReplyDelete
  4. Keren bgt kak ini sih nambah pengetahuan aku bgt makasih kak

    ReplyDelete
  5. Penjelasannya jelas banget makasi y kak:)

    ReplyDelete
  6. Thankyou kak, jadi nambah pengetahuan:)

    ReplyDelete
  7. Mantap, terima kasih ilmunya:))

    ReplyDelete
  8. lumayan kak.. Ternyata lebih banyak sub genre ini dan itu. Sangat bermanfaat.

    ReplyDelete
  9. Makasihh yaa, bermanfaat bangetttt

    ReplyDelete
  10. Mantap kak penjelasannya. Makasih banyak

    ReplyDelete
  11. Bermanfaat banget. But w jg ngakak baca penutupannya masa ga ngerti malah pegangan dikira pusing? Awokawok.

    Btw thx mamen😉

    ReplyDelete

Post a comment

Popular posts from this blog

Biodata New Hope Club

Biodata R5 Band